Variable Length Subnet Mask (VLSM
📝 ARTIKEL 1: VLSM (VARIABLE LENGTH SUBNET MASK)
Pendahuluan
Variable Length Subnet Mask (VLSM) adalah teknik subnetting lanjutan yang memungkinkan setiap sub-jaringan (subnet) memiliki Subnet Mask yang berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan jumlah host-nya. Tujuannya adalah mengatasi pemborosan alamat IP yang sering terjadi pada subnetting klasik (FLSM - Fixed Length Subnet Mask). VLSM adalah solusi wajib bagi administrator jaringan modern.
Prinsip Dasar VLSM
Subnetting Biasa (FLSM): Semua subnet memiliki jumlah host maksimum yang sama, seringkali menyisakan banyak alamat yang tidak terpakai (terbuang).
VLSM: Subnet dibuat berdasarkan prioritas kebutuhan host terbesar hingga terkecil. Subnet yang butuh 50 host akan mendapatkan mask yang berbeda dengan subnet yang hanya butuh 2 host (untuk link point-to-point).
| Fitur | FLSM (Fixed Length) | VLSM (Variable Length) |
| Mask | Sama untuk semua subnet | Berbeda-beda (panjang bervariasi) |
| Efisiensi IP | Rendah (banyak pemborosan) | Tinggi (alokasi sesuai kebutuhan) |
Langkah Praktis Perhitungan VLSM
Kunci sukses VLSM adalah memulai perhitungan dari kebutuhan jumlah host yang paling besar.
Studi Kasus: Anda memiliki Network Address 192.168.10.0/24 dan harus dibagi menjadi 3 subnet dengan kebutuhan:
LAN A: 50 host
LAN B: 25 host
Link C (Router-to-Router): 2 host
1. Urutkan Kebutuhan (Terbesar ke Terkecil):
* LAN A (50 host)
* LAN B (25 host)
* Link C (2 host)
2. Alokasi untuk LAN A (50 Host):
* Rumus: $2^n - 2 \geq 50$. Nilai $n$ (bit host) yang memenuhi adalah 6 ($2^6 - 2 = 62$).
* Sisa bit jaringan: $32 - 6 = 26$.
* Subnet Mask: /26 (255.255.255.192)
| Keterangan | Nilai |
| Network Address (NA) | 192.168.10.0/26 |
| Range IP Valid | 192.168.10.1 s/d 192.168.10.62 |
| Broadcast Address (BA) | 192.168.10.63 |
| Blok Berikutnya | 192.168.10.64 |
3. Alokasi untuk LAN B (25 Host):
* Gunakan blok berikutnya: 192.168.10.64
* Rumus: $2^n - 2 \geq 25$. Nilai $n$ (bit host) yang memenuhi adalah 5 ($2^5 - 2 = 30$).
* Sisa bit jaringan: $32 - 5 = 27$.
* Subnet Mask: /27 (255.255.255.224)
| Keterangan | Nilai |
| Network Address (NA) | 192.168.10.64/27 |
| Range IP Valid | 192.168.10.65 s/d 192.168.10.94 |
| Broadcast Address (BA) | 192.168.10.95 |
| Blok Berikutnya | 192.168.10.96 |
4. Alokasi untuk Link C (2 Host):
* Gunakan blok berikutnya: 192.168.10.96
* Rumus: $2^n - 2 \geq 2$. Nilai $n$ (bit host) yang memenuhi adalah 2 ($2^2 - 2 = 2$).
* Sisa bit jaringan: $32 - 2 = 30$.
* Subnet Mask: /30 (255.255.255.252)
| Keterangan | Nilai |
| Network Address (NA) | 192.168.10.96/30 |
| Range IP Valid | 192.168.10.97 s/d 192.168.10.98 |
| Broadcast Address (BA) | 192.168.10.99 |
Hasil Akhir: Kita berhasil membagi satu range IP menjadi 3 subnet dengan panjang mask yang berbeda-beda (/26, /27, /30) tanpa pemborosan signifikan!
Kesimpulan & Label
VLSM adalah teknik efisiensi dan skalabilitas. Dengan VLSM, Anda tidak hanya menghemat alamat IP, tetapi juga memudahkan Route Summarization pada protokol routing seperti OSPF dan EIGRP, membuat tabel routing lebih ringkas.
Label Blog: #VLSM, #Subnetting, #IPAddress, #JaringanKomputer, #EfisiensiIP
Logo Ide: (Cari gambar blok-blok jaringan dengan ukuran yang berbeda-beda).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar