Rabu, 26 November 2025

subneting vslm dengan network

VLSM Subnetter — Blogger Template

VLSM Subnetter — Template Blogger (HTML/CSS/JS)

Masukkan network awal dan kebutuhan host tiap subnet. Contoh: 192.169.10.0/25

Memahami Prinsip Kerja dan Teknologi Fiber Optic

 Memahami Prinsip Kerja dan Teknologi Fiber Optic


1. Pendahuluan


Fiber optic atau serat optik adalah teknologi penghantar data yang menggunakan cahaya sebagai mediumnya. Dibandingkan kabel tembaga, fiber optic mampu mentransmisikan data dengan kecepatan lebih tinggi, jangkauan lebih jauh, serta gangguan yang lebih rendah. Karena keunggulan tersebut, teknologi ini banyak digunakan pada jaringan internet, telekomunikasi, hingga sistem keamanan modern.



---


2. Struktur Fiber Optic


Sebuah kabel fiber optic terdiri dari tiga bagian utama:


a. Core (Inti Serat)


Bagian paling dalam yang terbuat dari kaca atau plastik berkualitas tinggi. Cahaya merambat melalui bagian ini.


b. Cladding


Lapisan yang mengelilingi core. Fungsinya memantulkan cahaya kembali ke inti sehingga cahaya tetap berada di dalam serat.


c. Coating / Jacket


Lapisan pelindung luar yang melindungi serat optik dari kerusakan fisik, kelembapan, dan gangguan lingkungan.



---


3. Prinsip Kerja Fiber Optic


Teknologi fiber optic bekerja berdasarkan prinsip pemantulan total internal (total internal reflection).


Cara kerjanya:


1. Cahaya dikirimkan melalui core.



2. Pertemuan antara core dan cladding memiliki perbedaan indeks bias.



3. Perbedaan ini membuat cahaya dipantulkan berkali-kali sepanjang serat tanpa keluar dari jalur.



4. Pantulan berulang inilah yang membantu cahaya mencapai ujung fiber dengan sangat cepat.




Karena cahaya memiliki kecepatan tinggi dan tahan terhadap gangguan elektromagnetik, proses transmisi data menjadi jauh lebih stabil dan cepat dibandingkan kabel konvensional.



---


4. Jenis-Jenis Fiber Optic


a. Single-Mode Fiber (SMF)


Inti sangat kecil (sekitar 9 mikrometer).


Cahaya hanya merambat dalam satu jalur.


Cocok untuk jarak jauh (hingga puluhan kilometer).


Digunakan pada backbone internet dan telekomunikasi.



b. Multi-Mode Fiber (MMF)


Inti lebih besar (50–62.5 mikrometer).


Cahaya merambat melalui banyak lintasan (multi-mode).


Cocok untuk jarak dekat (hingga beberapa ratus meter).


Biasanya digunakan pada jaringan LAN atau gedung.




---


5. Keunggulan Teknologi Fiber Optic


a. Kecepatan Tinggi


Fiber optic mampu mencapai kecepatan hingga ratusan gigabit per detik.


b. Kapasitas Lebih Besar


Dapat membawa data lebih banyak dalam satu jalur dibanding kabel tembaga.


c. Tahan Gangguan


Tidak terpengaruh interferensi elektromagnetik sehingga lebih stabil.


d. Jangkauan Jauh


Single-mode fiber dapat mencapai 40–100 km tanpa penguat sinyal.


e. Keamanan Tinggi


Sulit disadap karena sinyal bersifat cahaya, bukan listrik.



---


6. Kekurangan Fiber Optic


Meski unggul, fiber optic tetap memiliki beberapa kelemahan:


Biaya pemasangan relatif mahal, terutama untuk infrastruktur awal.


Lebih rapuh, tidak tahan tekukan tajam.


Memerlukan peralatan khusus saat penyambungan (splicing).




---


7. Penerapan Fiber Optic dalam Kehidupan


Teknologi serat optik banyak digunakan pada:


Internet rumah (FTTH – Fiber to The Home)


Backbone jaringan ISP


Sistem komunikasi militer


Kabel bawah laut antarnegara


Sistem CCTV modern


Transmisi TV kabel


Sensor industri dan medis (endoskopi)




---


8. Kesimpulan


Fiber optic adalah teknologi penting dalam dunia komunikasi modern. Dengan memanfaatkan cahaya sebagai media transmisi, serat optik mampu memberikan kecepatan, kestabilan, dan keamanan yang jauh lebih tinggi dibandingkan teknologi konvensional berbasis tembaga. Meski biaya pemasangannya cukup tinggi, manfaatnya sangat besar untuk mendukung kebutuhan konektivitas masa kini hingga masa depan.

Memilih Kabel Fiber Optic Sesuai Kebutuhan

 

Memilih Kabel Fiber Optic Sesuai Kebutuhan

Pendahuluan

Fiber optic telah menjadi media transmisi utama untuk jaringan modern karena kecepatannya tinggi, stabil, dan mendukung jarak jauh. Namun, banyaknya jenis kabel fiber optic sering membuat teknisi maupun pengguna bingung memilih kabel yang tepat. Kesalahan memilih kabel bisa menyebabkan gangguan jaringan, kerusakan fisik, bahkan biaya instalasi yang lebih mahal.

Agar pemasangan lebih optimal, berikut panduan lengkap memilih kabel fiber optic sesuai kebutuhan.


1. Tentukan Jenis Serat: Single Mode atau Multimode

a. Single Mode Fiber (SMF)

  • Cocok untuk jarak menengah hingga sangat jauh (1 km – puluhan km).

  • Kecepatan stabil dan loss rendah.

  • Banyak digunakan untuk: backbone ISP, FTTH, jaringan antar gedung.

Pilih SMF jika:
✔ Instalasi luar ruangan
✔ Jarak jauh
✔ Untuk internet provider atau jaringan besar

b. Multimode Fiber (MMF)

  • Cocok untuk jarak pendek (100 m – 2 km).

  • Biaya perangkat lebih murah.

  • Digunakan di: gedung, kampus, data center.

Pilih MMF jika:
✔ Jaringan dalam gedung
✔ Koneksi antar ruang server atau data center
✔ Jarak pendek


2. Tentukan Lokasi Pemasangan: Indoor atau Outdoor

a. Kabel Indoor

Lebih fleksibel dan mudah diterminasi.

Jenis yang cocok:

  • Simplex / Duplex → perangkat ke perangkat

  • Tight buffered → instalasi panel ODF dan rack server

  • Breakout cable → banyak perangkat dalam satu jalur

Pilih kabel indoor jika:
✔ Dipasang di dalam ruangan
✔ Jalur tertutup, stabil, tidak terkena cuaca
✔ Kebutuhan estetika dan fleksibilitas tinggi


b. Kabel Outdoor

Memiliki pelindung lebih kuat, tahan cuaca, dan gangguan fisik.

Jenis umum:

  • ADSS (Aerial) → untuk dipasang di tiang tanpa sling

  • Armored → jalur bawah tanah atau rawan gigitan tikus

  • Duct cable → dimasukkan ke dalam pipa

  • Direct buried → ditanam langsung tanpa pipa

  • GYXTW/GYXTS → jalur outdoor umum

Pilih kabel outdoor jika:
✔ Ada paparan matahari, hujan, atau angin
✔ Kabel digantung di tiang listrik
✔ Kabel ditanam di tanah
✔ Area rawan binatang atau tekanan tanah


3. Pilih Jumlah Core (Serat) Sesuai Kapasitas Jaringan

Jumlah core menentukan seberapa banyak jalur komunikasi yang bisa digunakan.

Pilihan umum:

  • 2 Core → rumah/FTTH

  • 4–8 Core → jaringan RT/RW net atau gedung kecil

  • 12–24 Core → sekolah, kantor, kampus

  • 48–96 Core → backbone area kota

  • 144–288 Core → ISP besar

Tips memilih jumlah core:
✔ Tambahkan core cadangan ±30% dari kebutuhan
✔ Untuk backbone, pilih > 24 core
✔ Untuk distribusi kecil, 4–8 core sudah cukup


4. Perhatikan Struktur Kabel: Loose Tube vs Tight Buffered

a. Loose Tube

  • Fiber berada dalam tabung berisi gel

  • Tahan cuaca ekstrem

  • Lebih kuat untuk outdoor

Pilih loose tube jika: instalasi luar ruangan / jalur panjang.

b. Tight Buffered

  • Lebih fleksibel

  • Mudah disambung di dalam ODF

  • Cocok untuk indoor

Pilih tight buffered jika: instalasi dalam gedung.


5. Pastikan Tipe Konektor yang Digunakan

Jenis konektor harus sesuai perangkat (ONT, OLT, media converter, switch).

Jenis konektor umum:

  • SC/UPC → banyak digunakan FTTH

  • SC/APC → warna hijau, loss lebih kecil

  • LC → banyak dipakai di data center

  • ST → instalasi lama

Rekomendasi:
✔ FTTH = SC/APC
✔ Data center = LC
✔ Jaringan outdoor = SC/UPC / SC/APC


6. Sesuaikan Anggaran dan Lingkungan Kerja

Pertimbangkan:

  • Harga kabel (SMF lebih murah dari MMF)

  • Harga perangkat (MMF lebih murah dari SMF)

  • Kondisi lapangan (banyak tikus → pilih armored)

  • Ketersediaan teknisi untuk splicing

Tips hemat:
✔ Untuk jaringan kecil, pilih 4–8 core
✔ Untuk jalur outdoor ringan, pilih GYXTW (murah & kuat)
✔ Untuk instalasi jarak pendek indoor, pilih duplex MMF


Kesimpulan

Memilih kabel fiber optic harus mempertimbangkan jenis serat, lokasi pemasangan, jumlah core, struktur kabel, konektor, dan anggaran. Dengan memilih kabel yang tepat, jaringan menjadi lebih stabil, aman, dan tahan lama.

Ringkasannya:

  • Indoor → Tight buffered

  • Outdoor → Loose tube / ADSS / Armored

  • Jarak jauh → Single mode

  • Jarak pendek → Multimode

  • Area ekstrem → Armored

  • Jumlah core → Sesuaikan kebutuhan + cadangan

Memahami Jenis-Jenis Kabel Fiber Optic

 

Memahami Jenis-Jenis Kabel Fiber Optic

Pendahuluan

Fiber optic adalah teknologi transmisi data yang menggunakan cahaya untuk mengirim informasi dengan kecepatan tinggi. Selain jenis seratnya (single mode dan multimode), kabel fiber optik juga memiliki berbagai jenis bentuk fisik dan konstruksi. Setiap jenis dirancang sesuai kebutuhan lingkungan, jarak, dan kondisi pemasangan.

Agar tidak salah pilih, penting untuk memahami jenis-jenis kabel fiber optic yang umum digunakan.


1. Berdasarkan Jenis Serat (Fiber Type)

a. Single Mode Fiber (SMF)

  • Diameter core: ±9 µm.

  • Menggunakan cahaya laser.

  • Transmisi jarak jauh (hingga puluhan kilometer).

  • Cocok untuk: backbone ISP, jaringan antar kota, FTTH.

b. Multimode Fiber (MMF)

  • Diameter core: 50 µm atau 62.5 µm.

  • Menggunakan cahaya LED.

  • Jarak lebih pendek (500 m – 2 km).

  • Cocok untuk: jaringan gedung, kampus, data center.


2. Berdasarkan Struktur dan Aplikasi Kabel

Jenis ini menentukan bentuk luar kabel serta tempat pemasangannya.


a. Indoor Cable (Kabel Dalam Ruangan)

Kabel yang digunakan untuk instalasi di dalam gedung.

1) Simplex

  • Satu core fiber.

  • Digunakan untuk koneksi point-to-point, seperti ke perangkat atau OLT-mini.

2) Duplex

  • Dua core fiber berdampingan.

  • Digunakan untuk komunikasi dua arah.

  • Umum pada media converter, switch, router.

3) Breakout Cable

  • Beberapa fiber dengan jaket individual di dalam satu kabel.

  • Mudah diterminasi, cocok untuk rack server dan perangkat jaringan.

4) Ribbon Cable

  • Fiber disusun datar seperti pita.

  • Banyak digunakan di data center atau ruang POP.


b. Outdoor Cable (Kabel Luar Ruangan)

Dirancang lebih kuat, tahan cuaca, dan aman digantung atau ditanam.

1) Armored Fiber (Kabel Berarmor)

  • Punya lapisan pelindung besi.

  • Tahan gigitan tikus, tekanan tanah, dan benturan.

  • Dipakai untuk jalur bawah tanah.

2) Aerial Cable (ADSS – All Dielectric Self Supporting)

  • Dipasang menggantung di tiang.

  • Tidak membutuhkan kawat sling tambahan.

  • Sangat kuat dan tahan angin.

3) GYXTW

  • Fiber berada di tengah dengan tabung (loose tube).

  • Memiliki lapisan armour tipis.

  • Cocok untuk jalur outdoor ringan.

4) GYXTS

  • Mirip GYXTW, tetapi armour lebih kuat.

  • Digunakan untuk jalur yang butuh perlindungan ekstra.

5) Duct Cable

  • Untuk dimasukkan ke dalam pipa (ducting).

  • Fleksibel dan tidak mudah rusak saat ditarik.

6) Direct Buried Cable

  • Dirancang untuk ditanam langsung ke tanah tanpa pipa.

  • Memiliki lapisan pelindung sangat tebal dan tahan korosi.


3. Berdasarkan Jumlah Serat (Core Count)

Kabel fiber memiliki jumlah core yang berbeda-beda:

  • 1 Core (Simplex)

  • 2 Core (Duplex)

  • 4 Core

  • 6 Core

  • 8 Core

  • 12 Core

  • 24 Core

  • 48 Core

  • 96 Core

  • 144 Core

  • 288 Core

Core banyak biasanya digunakan di backbone atau distribusi besar (ISP, telkom, provider internet kampung).


4. Berdasarkan Struktur Serat

a. Loose Tube

  • Serat berada dalam tabung longgar berisi gel.

  • Tahan suhu dan cuaca ekstrem.

  • Banyak dipakai untuk outdoor.

b. Tight Buffered

  • Lapisan pelindung lebih tipis.

  • Lebih fleksibel dan mudah diterminasi.

  • Cocok untuk indoor.


5. Jenis-Jenis Connector Fiber Optic (Bonus)

Meski bukan bagian dari kabel, konektor adalah pelengkap penting.

Jenis konektor umum:

  • SC (Square Connector)

  • LC (Lucent Connector)

  • ST (Straight Tip)

  • FC (Ferrule Connector)

Warna standar:

  • Biru = Single Mode

  • Oranye / Aqua = Multimode


Kesimpulan

Kabel fiber optik memiliki banyak jenis dengan fungsi berbeda. Perbedaan tersebut meliputi tipe serat (SMF/MMF), konstruksi (indoor/outdoor), jumlah core, serta bentuk struktural (tight buffered atau loose tube). Pemilihan jenis kabel yang tepat sangat penting untuk memastikan jaringan bekerja optimal, tahan lama, dan aman di lingkungan pemasangan.


Memahami jaringan fiber optik

 

Memahami Jaringan Fiber Optik: Teknologi Internet Berkecepatan Tinggi

1. Apa Itu Fiber Optik?

Fiber optik adalah teknologi penghantar data yang menggunakan serat kaca atau plastik sangat tipis sebagai media transmisi. Serat ini membawa sinyal berupa cahaya, bukan listrik seperti pada kabel tembaga (UTP, Coaxial, dll).

Teknologi ini menjadi standar utama dalam jaringan modern karena mampu mengirim data lebih cepat, lebih jauh, dan lebih stabil daripada teknologi sebelumnya.


2. Bagaimana Fiber Optik Bekerja?

Fiber optik menggunakan prinsip pemantulan total internal. Cahaya dari sumber (biasanya laser atau LED) dikirim melalui inti serat optik dan memantul-mantul di sepanjang jalur hingga mencapai tujuan.

Komponen utama fiber optik:

a. Core (Inti)

Bagian tengah serat tempat cahaya melintas.

b. Cladding

Lapisan yang mengelilingi core dan menjaga cahaya tetap berada di dalam inti.

c. Jacket

Pelindung luar kabel agar tidak mudah rusak.


3. Jenis–Jenis Fiber Optik

Ada dua jenis utama:

1. Single Mode Fiber (SMF)

  • Diameter inti kecil (±9 mikrometer).

  • Menggunakan cahaya dari laser.

  • Jarak transmisi sangat jauh (hingga puluhan km tanpa repeater).

  • Cocok untuk jaringan backbone ISP dan komunikasi jarak jauh.

2. Multimode Fiber (MMF)

  • Diameter inti lebih besar (±50–62.5 mikrometer).

  • Menggunakan cahaya dari LED.

  • Jarak lebih pendek (500 m – 2 km).

  • Digunakan untuk jaringan dalam gedung atau kampus.


4. Keunggulan Fiber Optik

Mengapa fiber optik menjadi teknologi pilihan?

a. Kecepatan Tinggi

Mampu mentransmisikan data hingga gigabit bahkan terabit per detik.

b. Jarak Transmisi Jauh

Tidak mudah mengalami penurunan sinyal (loss) dibanding kabel tembaga.

c. Tahan Gangguan Elektromagnetik

Cahaya tidak terpengaruh gelombang elektromagnetik, sehingga lebih stabil.

d. Ukuran Lebih Kecil dan Ringan

Mudah dipasang dan tidak memerlukan ruang besar.

e. Lebih Aman

Tidak memancarkan sinyal, sehingga sulit disadap.


5. Kelemahan Fiber Optik

Tidak ada teknologi yang sempurna. Fiber optik memiliki beberapa kekurangan:

a. Biaya Awal Mahal

Instalasi dan perangkatnya masih lebih mahal daripada kabel tembaga.

b. Rapuh

Serat kaca bisa pecah jika terlalu ditekuk atau tertekan.

c. Teknik Instalasi Memerlukan Tenaga Ahli

Penyambungan (splicing) harus dilakukan oleh teknisi terlatih.


6. Penerapan Fiber Optik dalam Kehidupan Sehari-hari

Fiber optik digunakan di banyak sektor:

  • Internet rumah (FTTH – Fiber to The Home)
    Contoh: Indihome Fiber, Biznet, Iconnet, MyRepublic.

  • Jaringan backbone antar kota/negara
    Fiber optik bawah laut (submarine cable).

  • Sistem jaringan perusahaan (LAN/WAN)

  • Telekomunikasi modern:
    4G, 5G, dan menara seluler terhubung ke fiber.

  • Sistem keamanan (CCTV fiber).


7. Masa Depan Fiber Optik

Dengan meningkatnya kebutuhan internet cepat untuk cloud, streaming 4K–8K, AI, dan IoT, fiber optik diprediksi akan menjadi tulang punggung komunikasi global. Teknologi baru seperti Dense Wavelength Division Multiplexing (DWDM) bahkan memungkinkan satu kabel fiber membawa ratusan kanal cahaya sekaligus.


Kesimpulan

Jaringan fiber optik adalah teknologi komunikasi modern yang menawarkan kecepatan tinggi, stabilitas kuat, dan jarak transmisi jauh. Walaupun biaya instalasinya cukup tinggi, keunggulannya menjadikannya solusi terbaik untuk jaringan masa kini dan masa depan.


Rabu, 12 November 2025

Wildcard Mask pada Jaringan Komputer

 


1. Pengertian Wildcard Mask

Wildcard Mask adalah pola angka biner yang digunakan dalam konfigurasi jaringan untuk menentukan bagian mana dari sebuah alamat IP yang harus dicocokkan dan bagian mana yang tidak perlu diperiksa.

Berbeda dengan Subnet Mask, di mana angka 1 menandakan bagian jaringan (network), pada Wildcard Mask, angka 1 justru menunjukkan bagian yang diabaikan (don’t care).

Fungsi utama Wildcard Mask adalah membantu administrator jaringan dalam membuat aturan-aturan tertentu, misalnya:

  • Access Control List (ACL) pada router dan firewall,

  • Protokol routing dinamis seperti OSPF (Open Shortest Path First),

  • Kebijakan keamanan jaringan untuk mengatur kelompok alamat IP tertentu.

Dengan demikian, Wildcard Mask menjadi alat penting yang mempermudah penentuan aturan akses jaringan secara cepat, efisien, dan fleksibel.


2. Prinsip Kerja Wildcard Mask

Wildcard Mask bekerja dengan membandingkan setiap bit dari alamat IP terhadap setiap bit dari Wildcard Mask.
Setiap bit dalam Wildcard memiliki arti sebagai berikut:

Bit WildcardArti / Fungsi
0 (nol)Bit IP harus cocok dengan nilai yang ditentukan (tidak boleh berbeda).
1 (satu)Bit IP boleh berbeda (tidak diperiksa).

Contoh:

  • Alamat jaringan: 192.168.1.0

  • Wildcard Mask: 0.0.0.255

Maka aturan ini akan mencakup semua alamat IP dari 192.168.1.0 sampai 192.168.1.255.
Dengan cara ini, satu baris konfigurasi saja sudah bisa mewakili 256 alamat IP, tanpa perlu menulis satu per satu.


3. Contoh Penerapan Wildcard Mask pada Router Cisco

Berikut contoh konfigurasi penggunaan Wildcard Mask dalam Access Control List (ACL) di perangkat Cisco:

Router> enable Router# configure terminal Router(config)# access-list 10 permit 192.168.1.0 0.0.0.255 Router(config)# access-list 10 deny any Router(config)# interface GigabitEthernet0/0 Router(config-if)# ip access-group 10 in Router(config-if)# end Router# write memory

Penjelasan:

  • access-list 10 permit 192.168.1.0 0.0.0.255 → Mengizinkan akses dari seluruh host dalam jaringan 192.168.1.0/24.

  • access-list 10 deny any → Menolak seluruh trafik lain di luar jaringan tersebut.

  • ip access-group 10 in → Menerapkan ACL nomor 10 pada interface masuk (inbound).


4. Fungsi dan Kegunaan Wildcard Mask

Beberapa manfaat utama Wildcard Mask dalam administrasi jaringan antara lain:

  1. Mempermudah konfigurasi ACL (Access Control List)
    → Administrator dapat mengatur izin akses untuk satu kelompok IP dengan satu baris konfigurasi saja.

  2. Mendukung routing dinamis
    → Dalam OSPF dan EIGRP, Wildcard digunakan untuk menentukan jaringan mana yang akan diiklankan.

  3. Meningkatkan efisiensi manajemen jaringan
    → Mengurangi kesalahan manusia dan mempercepat proses konfigurasi.

  4. Memberikan fleksibilitas dalam pengaturan akses
    → Memungkinkan kontrol akses berdasarkan kelompok IP tertentu tanpa harus menulis banyak aturan.


5. Perbandingan Wildcard Mask dan Subnet Mask

AspekSubnet MaskWildcard Mask
TujuanMenentukan bagian jaringan dan host dari IPMenentukan bagian IP yang akan dicocokkan atau diabaikan
Bit 1Menandakan bagian jaringan (network)Menandakan bagian yang diabaikan
Bit 0Menandakan bagian hostMenandakan bagian yang harus cocok
Digunakan dalamSubnetting dan pembagian jaringanACL, OSPF, EIGRP, dan kebijakan keamanan jaringan

6. Kesimpulan

Wildcard Mask merupakan komponen penting dalam konfigurasi jaringan, terutama untuk keperluan pengendalian akses (ACL) dan routing dinamis.
Dengan memahami perbedaan fungsi bit 0 dan 1, seorang administrator dapat menentukan kelompok alamat IP secara efisien tanpa perlu menulis aturan satu per satu.

Penggunaan Wildcard Mask yang tepat membantu menjaga keamanan, efisiensi, dan keteraturan konfigurasi jaringan.


7. Daftar Pustaka

IP Address 192.168.1.0/27 - untuk subnet ke 4


 IP Address 192.168.1.0/27 - untuk subnet ke 4



Anggota Kelompok 4:


Kamarul Arifin Muzaffar (21)

M Yusuf Safiudin Faturrahman (23)

M Alqaus Sigit Widodo (28)

Niken Ayu Larasati (32)

Vitaningsih Rahmawati (38)




SUBNETTING PADA IP ADDRESS CLASS C (/27)


Diketahui:

IP Address : 192.168.1.0/27


11111111.11111111.11111111.111000


255              255            255           224

Subnet Mask : 255.255.255.248


Perhitungan:

Jumlah Subnet = 2^3 = 8 subnet

Jumlah Host per Subnet = 2^5 – 2 = 30 host

Blok Subnet = 256 – 224 = 30

Subnet lengkapnya = 0, 32, 64, 96, 128, 160, 192, 224


Hasil Subnetting:


192.168.1.0 – 192.168.1.31


192.168.1.32 – 192.168.1.63


192.168.1.64 – 192.168.1.95


192.168.1.96 – 192.168.1.127


192.168.1.128 – 192.168.1.159


192.168.1.160 – 192.168.1.191


192.168.1.192 – 192.168.1.223


192.168.1.224 – 192.168.1.255




Subnet ke 4 192.168.1.96 – 192.168.1.127


Keterangan Alamat IP

Subnet 192.168.1.96

Host 1 192.168.1.97

Host 2 192.168.1.98

Host 3 192.168.1.99

Host 4 192.168.1.100

Host 5 192.168.1.101

Host 6 192.168.1.102

Host 7 192.168.1.103

Host 8 192.168.1.104

Host 9 192.168.1.105

Host 10 192.168.1.106

Host 11 192.168.1.107

Host 12 192.168.1.108

Host 13 192.168.1.109

Host 14 192.168.1.110

Host 15 192.168.1.111

Host 16 192.168.1.112

Host 17 192.168.1.113

Host 18 192.168.1.114

Host 19 192.168.1.115

Host 20 192.168.1.116

Host 21 192.168.1.117

Host 22 192.168.1.118

Host 23 192.168.1.119

Host 24 192.168.1.120

Host 25 192.168.1.121

Host 26 192.168.1.122

Host 27 192.168.1.123

Host 28 192.168.1.124

Host 29 192.168.1.125

Host 30 192.168.1.126

Broadcast 192.168.1.127

IP Address 192.168.1.0/29 - untuk subnet ke 15

IP Address 192.168.1.0/29 - untuk subnet ke 15

Subnetting: 192.168.1.0/29

Dokumen ini menampilkan perhitungan langkah-demi-langkah dan tabel lengkap semua blok /29 pada jaringan 192.168.1.0/24. Salin seluruh isi mode HTML di Blogger (New Post → HTML view) untuk menempelkan.

1. Informasi Dasar

  • IP awal: 192.168.1.0
  • Prefix: /29
  • Subnet mask: 255.255.255.248
  • Jumlah bit host: 32 - 29 = 3 bit
  • Jumlah alamat per subnet: 2^3 = 8 alamat
  • Alamat usable per subnet: 8 - 2 = 6 host (network & broadcast tidak bisa dipakai)

2. Cara Menghitung (Langkah demi Langkah)

  1. Konversi prefix /29 → subnet mask: 29 bit network + 3 bit host → 255.255.255.248.
  2. Blok alamat = 256 / (jumlah subnet dalam /24 dengan /29) atau gunakan block size pada oktet terakhir: 256 / 32 = 8.
  3. Dengan /29, setiap subnet melompat tiap 8 pada oktet terakhir (0, 8, 16, 24, 32, dst).
  4. Untuk setiap blok:
    • Network = alamat pertama
    • Broadcast = alamat terakhir
    • First Host = Network + 1
    • Last Host = Broadcast - 1

Contoh:
Untuk blok pertama (0–7): Network = 192.168.1.0, Broadcast = 192.168.1.7, Host usable = 192.168.1.1 sampai 192.168.1.6.

3. Tabel Lengkap Semua Subnet /29 untuk jaringan 192.168.1.0/24

# Network First Host Last Host Broadcast Subnet Mask
1192.168.1.0192.168.1.1192.168.1.6192.168.1.7255.255.255.248
2192.168.1.8192.168.1.9192.168.1.14192.168.1.15255.255.255.248
3192.168.1.16192.168.1.17192.168.1.22192.168.1.23255.255.255.248
4192.168.1.24192.168.1.25192.168.1.30192.168.1.31255.255.255.248
5192.168.1.32192.168.1.33192.168.1.38192.168.1.39255.255.255.248
6192.168.1.40192.168.1.41192.168.1.46192.168.1.47255.255.255.248
7192.168.1.48192.168.1.49192.168.1.54192.168.1.55255.255.255.248
8192.168.1.56192.168.1.57192.168.1.62192.168.1.63255.255.255.248
9192.168.1.64192.168.1.65192.168.1.70192.168.1.71255.255.255.248
10192.168.1.72192.168.1.73192.168.1.78192.168.1.79255.255.255.248
11192.168.1.80192.168.1.81192.168.1.86192.168.1.87255.255.255.248
12192.168.1.88192.168.1.89192.168.1.94192.168.1.95255.255.255.248
13192.168.1.96192.168.1.97192.168.1.102192.168.1.103255.255.255.248
14192.168.1.104192.168.1.105192.168.1.110192.168.1.111255.255.255.248
15192.168.1.112192.168.1.113192.168.1.118192.168.1.119255.255.255.248
16192.168.1.120192.168.1.121192.168.1.126192.168.1.127255.255.255.248
17192.168.1.128192.168.1.129192.168.1.134192.168.1.135255.255.255.248
18192.168.1.136192.168.1.137192.168.1.142192.168.1.143255.255.255.248
19192.168.1.144192.168.1.145192.168.1.150192.168.1.151255.255.255.248
20192.168.1.152192.168.1.153192.168.1.158192.168.1.159255.255.255.248
21192.168.1.160192.168.1.161192.168.1.166192.168.1.167255.255.255.248
22192.168.1.168192.168.1.169192.168.1.174192.168.1.175255.255.255.248
23192.168.1.176192.168.1.177192.168.1.182192.168.1.183255.255.255.248
24192.168.1.184192.168.1.185192.168.1.190192.168.1.191255.255.255.248
25192.168.1.192192.168.1.193192.168.1.198192.168.1.199255.255.255.248
26192.168.1.200192.168.1.201192.168.1.206192.168.1.207255.255.255.248
27192.168.1.208192.168.1.209192.168.1.214192.168.1.215255.255.255.248
28192.168.1.216192.168.1.217192.168.1.222192.168.1.223255.255.255.248
29192.168.1.224192.168.1.225192.168.1.230192.168.1.231255.255.255.248
30192.168.1.232192.168.1.233192.168.1.238192.168.1.239255.255.255.248
31192.168.1.240192.168.1.241192.168.1.246192.168.1.247255.255.255.248
32192.168.1.248192.168.1.249192.168.1.254192.168.1.255255.255.255.248

Subnet ke-15: Network = 192.168.1.112 | First Host = 192.168.1.113 | Last Host = 192.168.1.118 | Broadcast = 192.168.1.119 | Subnet Mask = 255.255.255.248