VLSM Subnetter — Template Blogger (HTML/CSS/JS)
Masukkan network awal dan kebutuhan host tiap subnet. Contoh: 192.169.10.0/25
Masukkan network awal dan kebutuhan host tiap subnet. Contoh: 192.169.10.0/25
Memahami Prinsip Kerja dan Teknologi Fiber Optic
1. Pendahuluan
Fiber optic atau serat optik adalah teknologi penghantar data yang menggunakan cahaya sebagai mediumnya. Dibandingkan kabel tembaga, fiber optic mampu mentransmisikan data dengan kecepatan lebih tinggi, jangkauan lebih jauh, serta gangguan yang lebih rendah. Karena keunggulan tersebut, teknologi ini banyak digunakan pada jaringan internet, telekomunikasi, hingga sistem keamanan modern.
---
2. Struktur Fiber Optic
Sebuah kabel fiber optic terdiri dari tiga bagian utama:
a. Core (Inti Serat)
Bagian paling dalam yang terbuat dari kaca atau plastik berkualitas tinggi. Cahaya merambat melalui bagian ini.
b. Cladding
Lapisan yang mengelilingi core. Fungsinya memantulkan cahaya kembali ke inti sehingga cahaya tetap berada di dalam serat.
c. Coating / Jacket
Lapisan pelindung luar yang melindungi serat optik dari kerusakan fisik, kelembapan, dan gangguan lingkungan.
---
3. Prinsip Kerja Fiber Optic
Teknologi fiber optic bekerja berdasarkan prinsip pemantulan total internal (total internal reflection).
Cara kerjanya:
1. Cahaya dikirimkan melalui core.
2. Pertemuan antara core dan cladding memiliki perbedaan indeks bias.
3. Perbedaan ini membuat cahaya dipantulkan berkali-kali sepanjang serat tanpa keluar dari jalur.
4. Pantulan berulang inilah yang membantu cahaya mencapai ujung fiber dengan sangat cepat.
Karena cahaya memiliki kecepatan tinggi dan tahan terhadap gangguan elektromagnetik, proses transmisi data menjadi jauh lebih stabil dan cepat dibandingkan kabel konvensional.
---
4. Jenis-Jenis Fiber Optic
a. Single-Mode Fiber (SMF)
Inti sangat kecil (sekitar 9 mikrometer).
Cahaya hanya merambat dalam satu jalur.
Cocok untuk jarak jauh (hingga puluhan kilometer).
Digunakan pada backbone internet dan telekomunikasi.
b. Multi-Mode Fiber (MMF)
Inti lebih besar (50–62.5 mikrometer).
Cahaya merambat melalui banyak lintasan (multi-mode).
Cocok untuk jarak dekat (hingga beberapa ratus meter).
Biasanya digunakan pada jaringan LAN atau gedung.
---
5. Keunggulan Teknologi Fiber Optic
a. Kecepatan Tinggi
Fiber optic mampu mencapai kecepatan hingga ratusan gigabit per detik.
b. Kapasitas Lebih Besar
Dapat membawa data lebih banyak dalam satu jalur dibanding kabel tembaga.
c. Tahan Gangguan
Tidak terpengaruh interferensi elektromagnetik sehingga lebih stabil.
d. Jangkauan Jauh
Single-mode fiber dapat mencapai 40–100 km tanpa penguat sinyal.
e. Keamanan Tinggi
Sulit disadap karena sinyal bersifat cahaya, bukan listrik.
---
6. Kekurangan Fiber Optic
Meski unggul, fiber optic tetap memiliki beberapa kelemahan:
Biaya pemasangan relatif mahal, terutama untuk infrastruktur awal.
Lebih rapuh, tidak tahan tekukan tajam.
Memerlukan peralatan khusus saat penyambungan (splicing).
---
7. Penerapan Fiber Optic dalam Kehidupan
Teknologi serat optik banyak digunakan pada:
Internet rumah (FTTH – Fiber to The Home)
Backbone jaringan ISP
Sistem komunikasi militer
Kabel bawah laut antarnegara
Sistem CCTV modern
Transmisi TV kabel
Sensor industri dan medis (endoskopi)
---
8. Kesimpulan
Fiber optic adalah teknologi penting dalam dunia komunikasi modern. Dengan memanfaatkan cahaya sebagai media transmisi, serat optik mampu memberikan kecepatan, kestabilan, dan keamanan yang jauh lebih tinggi dibandingkan teknologi konvensional berbasis tembaga. Meski biaya pemasangannya cukup tinggi, manfaatnya sangat besar untuk mendukung kebutuhan konektivitas masa kini hingga masa depan.
Fiber optic telah menjadi media transmisi utama untuk jaringan modern karena kecepatannya tinggi, stabil, dan mendukung jarak jauh. Namun, banyaknya jenis kabel fiber optic sering membuat teknisi maupun pengguna bingung memilih kabel yang tepat. Kesalahan memilih kabel bisa menyebabkan gangguan jaringan, kerusakan fisik, bahkan biaya instalasi yang lebih mahal.
Agar pemasangan lebih optimal, berikut panduan lengkap memilih kabel fiber optic sesuai kebutuhan.
Cocok untuk jarak menengah hingga sangat jauh (1 km – puluhan km).
Kecepatan stabil dan loss rendah.
Banyak digunakan untuk: backbone ISP, FTTH, jaringan antar gedung.
Pilih SMF jika:
✔ Instalasi luar ruangan
✔ Jarak jauh
✔ Untuk internet provider atau jaringan besar
Cocok untuk jarak pendek (100 m – 2 km).
Biaya perangkat lebih murah.
Digunakan di: gedung, kampus, data center.
Pilih MMF jika:
✔ Jaringan dalam gedung
✔ Koneksi antar ruang server atau data center
✔ Jarak pendek
Lebih fleksibel dan mudah diterminasi.
Jenis yang cocok:
Simplex / Duplex → perangkat ke perangkat
Tight buffered → instalasi panel ODF dan rack server
Breakout cable → banyak perangkat dalam satu jalur
Pilih kabel indoor jika:
✔ Dipasang di dalam ruangan
✔ Jalur tertutup, stabil, tidak terkena cuaca
✔ Kebutuhan estetika dan fleksibilitas tinggi
Memiliki pelindung lebih kuat, tahan cuaca, dan gangguan fisik.
Jenis umum:
ADSS (Aerial) → untuk dipasang di tiang tanpa sling
Armored → jalur bawah tanah atau rawan gigitan tikus
Duct cable → dimasukkan ke dalam pipa
Direct buried → ditanam langsung tanpa pipa
GYXTW/GYXTS → jalur outdoor umum
Pilih kabel outdoor jika:
✔ Ada paparan matahari, hujan, atau angin
✔ Kabel digantung di tiang listrik
✔ Kabel ditanam di tanah
✔ Area rawan binatang atau tekanan tanah
Jumlah core menentukan seberapa banyak jalur komunikasi yang bisa digunakan.
Pilihan umum:
2 Core → rumah/FTTH
4–8 Core → jaringan RT/RW net atau gedung kecil
12–24 Core → sekolah, kantor, kampus
48–96 Core → backbone area kota
144–288 Core → ISP besar
Tips memilih jumlah core:
✔ Tambahkan core cadangan ±30% dari kebutuhan
✔ Untuk backbone, pilih > 24 core
✔ Untuk distribusi kecil, 4–8 core sudah cukup
Fiber berada dalam tabung berisi gel
Tahan cuaca ekstrem
Lebih kuat untuk outdoor
Pilih loose tube jika: instalasi luar ruangan / jalur panjang.
Lebih fleksibel
Mudah disambung di dalam ODF
Cocok untuk indoor
Pilih tight buffered jika: instalasi dalam gedung.
Jenis konektor harus sesuai perangkat (ONT, OLT, media converter, switch).
Jenis konektor umum:
SC/UPC → banyak digunakan FTTH
SC/APC → warna hijau, loss lebih kecil
LC → banyak dipakai di data center
ST → instalasi lama
Rekomendasi:
✔ FTTH = SC/APC
✔ Data center = LC
✔ Jaringan outdoor = SC/UPC / SC/APC
Pertimbangkan:
Harga kabel (SMF lebih murah dari MMF)
Harga perangkat (MMF lebih murah dari SMF)
Kondisi lapangan (banyak tikus → pilih armored)
Ketersediaan teknisi untuk splicing
Tips hemat:
✔ Untuk jaringan kecil, pilih 4–8 core
✔ Untuk jalur outdoor ringan, pilih GYXTW (murah & kuat)
✔ Untuk instalasi jarak pendek indoor, pilih duplex MMF
Memilih kabel fiber optic harus mempertimbangkan jenis serat, lokasi pemasangan, jumlah core, struktur kabel, konektor, dan anggaran. Dengan memilih kabel yang tepat, jaringan menjadi lebih stabil, aman, dan tahan lama.
Ringkasannya:
Indoor → Tight buffered
Outdoor → Loose tube / ADSS / Armored
Jarak jauh → Single mode
Jarak pendek → Multimode
Area ekstrem → Armored
Jumlah core → Sesuaikan kebutuhan + cadangan
Fiber optic adalah teknologi transmisi data yang menggunakan cahaya untuk mengirim informasi dengan kecepatan tinggi. Selain jenis seratnya (single mode dan multimode), kabel fiber optik juga memiliki berbagai jenis bentuk fisik dan konstruksi. Setiap jenis dirancang sesuai kebutuhan lingkungan, jarak, dan kondisi pemasangan.
Agar tidak salah pilih, penting untuk memahami jenis-jenis kabel fiber optic yang umum digunakan.
Diameter core: ±9 µm.
Menggunakan cahaya laser.
Transmisi jarak jauh (hingga puluhan kilometer).
Cocok untuk: backbone ISP, jaringan antar kota, FTTH.
Diameter core: 50 µm atau 62.5 µm.
Menggunakan cahaya LED.
Jarak lebih pendek (500 m – 2 km).
Cocok untuk: jaringan gedung, kampus, data center.
Jenis ini menentukan bentuk luar kabel serta tempat pemasangannya.
Kabel yang digunakan untuk instalasi di dalam gedung.
Satu core fiber.
Digunakan untuk koneksi point-to-point, seperti ke perangkat atau OLT-mini.
Dua core fiber berdampingan.
Digunakan untuk komunikasi dua arah.
Umum pada media converter, switch, router.
Beberapa fiber dengan jaket individual di dalam satu kabel.
Mudah diterminasi, cocok untuk rack server dan perangkat jaringan.
Fiber disusun datar seperti pita.
Banyak digunakan di data center atau ruang POP.
Dirancang lebih kuat, tahan cuaca, dan aman digantung atau ditanam.
Punya lapisan pelindung besi.
Tahan gigitan tikus, tekanan tanah, dan benturan.
Dipakai untuk jalur bawah tanah.
Dipasang menggantung di tiang.
Tidak membutuhkan kawat sling tambahan.
Sangat kuat dan tahan angin.
Fiber berada di tengah dengan tabung (loose tube).
Memiliki lapisan armour tipis.
Cocok untuk jalur outdoor ringan.
Mirip GYXTW, tetapi armour lebih kuat.
Digunakan untuk jalur yang butuh perlindungan ekstra.
Untuk dimasukkan ke dalam pipa (ducting).
Fleksibel dan tidak mudah rusak saat ditarik.
Dirancang untuk ditanam langsung ke tanah tanpa pipa.
Memiliki lapisan pelindung sangat tebal dan tahan korosi.
Kabel fiber memiliki jumlah core yang berbeda-beda:
1 Core (Simplex)
2 Core (Duplex)
4 Core
6 Core
8 Core
12 Core
24 Core
48 Core
96 Core
144 Core
288 Core
Core banyak biasanya digunakan di backbone atau distribusi besar (ISP, telkom, provider internet kampung).
Serat berada dalam tabung longgar berisi gel.
Tahan suhu dan cuaca ekstrem.
Banyak dipakai untuk outdoor.
Lapisan pelindung lebih tipis.
Lebih fleksibel dan mudah diterminasi.
Cocok untuk indoor.
Meski bukan bagian dari kabel, konektor adalah pelengkap penting.
Jenis konektor umum:
SC (Square Connector)
LC (Lucent Connector)
ST (Straight Tip)
FC (Ferrule Connector)
Warna standar:
Biru = Single Mode
Oranye / Aqua = Multimode
Kabel fiber optik memiliki banyak jenis dengan fungsi berbeda. Perbedaan tersebut meliputi tipe serat (SMF/MMF), konstruksi (indoor/outdoor), jumlah core, serta bentuk struktural (tight buffered atau loose tube). Pemilihan jenis kabel yang tepat sangat penting untuk memastikan jaringan bekerja optimal, tahan lama, dan aman di lingkungan pemasangan.
Fiber optik adalah teknologi penghantar data yang menggunakan serat kaca atau plastik sangat tipis sebagai media transmisi. Serat ini membawa sinyal berupa cahaya, bukan listrik seperti pada kabel tembaga (UTP, Coaxial, dll).
Teknologi ini menjadi standar utama dalam jaringan modern karena mampu mengirim data lebih cepat, lebih jauh, dan lebih stabil daripada teknologi sebelumnya.
Fiber optik menggunakan prinsip pemantulan total internal. Cahaya dari sumber (biasanya laser atau LED) dikirim melalui inti serat optik dan memantul-mantul di sepanjang jalur hingga mencapai tujuan.
Komponen utama fiber optik:
Bagian tengah serat tempat cahaya melintas.
Lapisan yang mengelilingi core dan menjaga cahaya tetap berada di dalam inti.
Pelindung luar kabel agar tidak mudah rusak.
Ada dua jenis utama:
Diameter inti kecil (±9 mikrometer).
Menggunakan cahaya dari laser.
Jarak transmisi sangat jauh (hingga puluhan km tanpa repeater).
Cocok untuk jaringan backbone ISP dan komunikasi jarak jauh.
Diameter inti lebih besar (±50–62.5 mikrometer).
Menggunakan cahaya dari LED.
Jarak lebih pendek (500 m – 2 km).
Digunakan untuk jaringan dalam gedung atau kampus.
Mengapa fiber optik menjadi teknologi pilihan?
Mampu mentransmisikan data hingga gigabit bahkan terabit per detik.
Tidak mudah mengalami penurunan sinyal (loss) dibanding kabel tembaga.
Cahaya tidak terpengaruh gelombang elektromagnetik, sehingga lebih stabil.
Mudah dipasang dan tidak memerlukan ruang besar.
Tidak memancarkan sinyal, sehingga sulit disadap.
Tidak ada teknologi yang sempurna. Fiber optik memiliki beberapa kekurangan:
Instalasi dan perangkatnya masih lebih mahal daripada kabel tembaga.
Serat kaca bisa pecah jika terlalu ditekuk atau tertekan.
Penyambungan (splicing) harus dilakukan oleh teknisi terlatih.
Fiber optik digunakan di banyak sektor:
Internet rumah (FTTH – Fiber to The Home)
Contoh: Indihome Fiber, Biznet, Iconnet, MyRepublic.
Jaringan backbone antar kota/negara
Fiber optik bawah laut (submarine cable).
Sistem jaringan perusahaan (LAN/WAN)
Telekomunikasi modern:
4G, 5G, dan menara seluler terhubung ke fiber.
Sistem keamanan (CCTV fiber).
Dengan meningkatnya kebutuhan internet cepat untuk cloud, streaming 4K–8K, AI, dan IoT, fiber optik diprediksi akan menjadi tulang punggung komunikasi global. Teknologi baru seperti Dense Wavelength Division Multiplexing (DWDM) bahkan memungkinkan satu kabel fiber membawa ratusan kanal cahaya sekaligus.
Jaringan fiber optik adalah teknologi komunikasi modern yang menawarkan kecepatan tinggi, stabilitas kuat, dan jarak transmisi jauh. Walaupun biaya instalasinya cukup tinggi, keunggulannya menjadikannya solusi terbaik untuk jaringan masa kini dan masa depan.
Wildcard Mask adalah pola angka biner yang digunakan dalam konfigurasi jaringan untuk menentukan bagian mana dari sebuah alamat IP yang harus dicocokkan dan bagian mana yang tidak perlu diperiksa.
Berbeda dengan Subnet Mask, di mana angka 1 menandakan bagian jaringan (network), pada Wildcard Mask, angka 1 justru menunjukkan bagian yang diabaikan (don’t care).
Fungsi utama Wildcard Mask adalah membantu administrator jaringan dalam membuat aturan-aturan tertentu, misalnya:
Access Control List (ACL) pada router dan firewall,
Protokol routing dinamis seperti OSPF (Open Shortest Path First),
Kebijakan keamanan jaringan untuk mengatur kelompok alamat IP tertentu.
Dengan demikian, Wildcard Mask menjadi alat penting yang mempermudah penentuan aturan akses jaringan secara cepat, efisien, dan fleksibel.
Wildcard Mask bekerja dengan membandingkan setiap bit dari alamat IP terhadap setiap bit dari Wildcard Mask.
Setiap bit dalam Wildcard memiliki arti sebagai berikut:
| Bit Wildcard | Arti / Fungsi |
|---|---|
| 0 (nol) | Bit IP harus cocok dengan nilai yang ditentukan (tidak boleh berbeda). |
| 1 (satu) | Bit IP boleh berbeda (tidak diperiksa). |
Contoh:
Alamat jaringan: 192.168.1.0
Wildcard Mask: 0.0.0.255
Maka aturan ini akan mencakup semua alamat IP dari 192.168.1.0 sampai 192.168.1.255.
Dengan cara ini, satu baris konfigurasi saja sudah bisa mewakili 256 alamat IP, tanpa perlu menulis satu per satu.
Berikut contoh konfigurasi penggunaan Wildcard Mask dalam Access Control List (ACL) di perangkat Cisco:
Router> enable
Router# configure terminal
Router(config)# access-list 10 permit 192.168.1.0 0.0.0.255
Router(config)# access-list 10 deny any
Router(config)# interface GigabitEthernet0/0
Router(config-if)# ip access-group 10 in
Router(config-if)# end
Router# write memory
Penjelasan:
access-list 10 permit 192.168.1.0 0.0.0.255 → Mengizinkan akses dari seluruh host dalam jaringan 192.168.1.0/24.
access-list 10 deny any → Menolak seluruh trafik lain di luar jaringan tersebut.
ip access-group 10 in → Menerapkan ACL nomor 10 pada interface masuk (inbound).
Beberapa manfaat utama Wildcard Mask dalam administrasi jaringan antara lain:
Mempermudah konfigurasi ACL (Access Control List)
→ Administrator dapat mengatur izin akses untuk satu kelompok IP dengan satu baris konfigurasi saja.
Mendukung routing dinamis
→ Dalam OSPF dan EIGRP, Wildcard digunakan untuk menentukan jaringan mana yang akan diiklankan.
Meningkatkan efisiensi manajemen jaringan
→ Mengurangi kesalahan manusia dan mempercepat proses konfigurasi.
Memberikan fleksibilitas dalam pengaturan akses
→ Memungkinkan kontrol akses berdasarkan kelompok IP tertentu tanpa harus menulis banyak aturan.
| Aspek | Subnet Mask | Wildcard Mask |
|---|---|---|
| Tujuan | Menentukan bagian jaringan dan host dari IP | Menentukan bagian IP yang akan dicocokkan atau diabaikan |
| Bit 1 | Menandakan bagian jaringan (network) | Menandakan bagian yang diabaikan |
| Bit 0 | Menandakan bagian host | Menandakan bagian yang harus cocok |
| Digunakan dalam | Subnetting dan pembagian jaringan | ACL, OSPF, EIGRP, dan kebijakan keamanan jaringan |
Wildcard Mask merupakan komponen penting dalam konfigurasi jaringan, terutama untuk keperluan pengendalian akses (ACL) dan routing dinamis.
Dengan memahami perbedaan fungsi bit 0 dan 1, seorang administrator dapat menentukan kelompok alamat IP secara efisien tanpa perlu menulis aturan satu per satu.
Penggunaan Wildcard Mask yang tepat membantu menjaga keamanan, efisiensi, dan keteraturan konfigurasi jaringan.
Cisco Networking Academy. (2022). Routing and Switching Essentials v7. Cisco Press.
Forouzan, B. A. (2013). Data Communications and Networking (5th Edition). McGraw-Hill Education.
GeeksforGeeks. (2024). Wildcard Mask in Computer Networks.
https://www.geeksforgeeks.org/wildcard-mask-in-computer-networks
Tutorialspoint. (2023). What is Wildcard Mask in Networking?
https://www.tutorialspoint.com/what-is-wildcard-mask-in-networking
Cisco Documentation. (2024). Access Control Lists (ACL) and Wildcard Masks.
https://www.cisco.com/c/en/us/support/docs/ip/access-lists/
IP Address 192.168.1.0/27 - untuk subnet ke 4
Anggota Kelompok 4:
Kamarul Arifin Muzaffar (21)
M Yusuf Safiudin Faturrahman (23)
M Alqaus Sigit Widodo (28)
Niken Ayu Larasati (32)
Vitaningsih Rahmawati (38)
SUBNETTING PADA IP ADDRESS CLASS C (/27)
Diketahui:
IP Address : 192.168.1.0/27
11111111.11111111.11111111.111000
255 255 255 224
Subnet Mask : 255.255.255.248
Perhitungan:
Jumlah Subnet = 2^3 = 8 subnet
Jumlah Host per Subnet = 2^5 – 2 = 30 host
Blok Subnet = 256 – 224 = 30
Subnet lengkapnya = 0, 32, 64, 96, 128, 160, 192, 224
Hasil Subnetting:
192.168.1.0 – 192.168.1.31
192.168.1.32 – 192.168.1.63
192.168.1.64 – 192.168.1.95
192.168.1.96 – 192.168.1.127
192.168.1.128 – 192.168.1.159
192.168.1.160 – 192.168.1.191
192.168.1.192 – 192.168.1.223
192.168.1.224 – 192.168.1.255
Subnet ke 4 192.168.1.96 – 192.168.1.127
Keterangan Alamat IP
Subnet 192.168.1.96
Host 1 192.168.1.97
Host 2 192.168.1.98
Host 3 192.168.1.99
Host 4 192.168.1.100
Host 5 192.168.1.101
Host 6 192.168.1.102
Host 7 192.168.1.103
Host 8 192.168.1.104
Host 9 192.168.1.105
Host 10 192.168.1.106
Host 11 192.168.1.107
Host 12 192.168.1.108
Host 13 192.168.1.109
Host 14 192.168.1.110
Host 15 192.168.1.111
Host 16 192.168.1.112
Host 17 192.168.1.113
Host 18 192.168.1.114
Host 19 192.168.1.115
Host 20 192.168.1.116
Host 21 192.168.1.117
Host 22 192.168.1.118
Host 23 192.168.1.119
Host 24 192.168.1.120
Host 25 192.168.1.121
Host 26 192.168.1.122
Host 27 192.168.1.123
Host 28 192.168.1.124
Host 29 192.168.1.125
Host 30 192.168.1.126
Broadcast 192.168.1.127
Subnetting: 192.168.1.0/29
Dokumen ini menampilkan perhitungan langkah-demi-langkah dan tabel lengkap semua blok /29 pada jaringan 192.168.1.0/24. Salin seluruh isi mode HTML di Blogger (New Post → HTML view) untuk menempelkan.
Contoh:
Untuk blok pertama (0–7): Network = 192.168.1.0, Broadcast = 192.168.1.7, Host usable = 192.168.1.1 sampai 192.168.1.6.
| # | Network | First Host | Last Host | Broadcast | Subnet Mask |
|---|---|---|---|---|---|
| 1 | 192.168.1.0 | 192.168.1.1 | 192.168.1.6 | 192.168.1.7 | 255.255.255.248 |
| 2 | 192.168.1.8 | 192.168.1.9 | 192.168.1.14 | 192.168.1.15 | 255.255.255.248 |
| 3 | 192.168.1.16 | 192.168.1.17 | 192.168.1.22 | 192.168.1.23 | 255.255.255.248 |
| 4 | 192.168.1.24 | 192.168.1.25 | 192.168.1.30 | 192.168.1.31 | 255.255.255.248 |
| 5 | 192.168.1.32 | 192.168.1.33 | 192.168.1.38 | 192.168.1.39 | 255.255.255.248 |
| 6 | 192.168.1.40 | 192.168.1.41 | 192.168.1.46 | 192.168.1.47 | 255.255.255.248 |
| 7 | 192.168.1.48 | 192.168.1.49 | 192.168.1.54 | 192.168.1.55 | 255.255.255.248 |
| 8 | 192.168.1.56 | 192.168.1.57 | 192.168.1.62 | 192.168.1.63 | 255.255.255.248 |
| 9 | 192.168.1.64 | 192.168.1.65 | 192.168.1.70 | 192.168.1.71 | 255.255.255.248 |
| 10 | 192.168.1.72 | 192.168.1.73 | 192.168.1.78 | 192.168.1.79 | 255.255.255.248 |
| 11 | 192.168.1.80 | 192.168.1.81 | 192.168.1.86 | 192.168.1.87 | 255.255.255.248 |
| 12 | 192.168.1.88 | 192.168.1.89 | 192.168.1.94 | 192.168.1.95 | 255.255.255.248 |
| 13 | 192.168.1.96 | 192.168.1.97 | 192.168.1.102 | 192.168.1.103 | 255.255.255.248 |
| 14 | 192.168.1.104 | 192.168.1.105 | 192.168.1.110 | 192.168.1.111 | 255.255.255.248 |
| 15 | 192.168.1.112 | 192.168.1.113 | 192.168.1.118 | 192.168.1.119 | 255.255.255.248 |
| 16 | 192.168.1.120 | 192.168.1.121 | 192.168.1.126 | 192.168.1.127 | 255.255.255.248 |
| 17 | 192.168.1.128 | 192.168.1.129 | 192.168.1.134 | 192.168.1.135 | 255.255.255.248 |
| 18 | 192.168.1.136 | 192.168.1.137 | 192.168.1.142 | 192.168.1.143 | 255.255.255.248 |
| 19 | 192.168.1.144 | 192.168.1.145 | 192.168.1.150 | 192.168.1.151 | 255.255.255.248 |
| 20 | 192.168.1.152 | 192.168.1.153 | 192.168.1.158 | 192.168.1.159 | 255.255.255.248 |
| 21 | 192.168.1.160 | 192.168.1.161 | 192.168.1.166 | 192.168.1.167 | 255.255.255.248 |
| 22 | 192.168.1.168 | 192.168.1.169 | 192.168.1.174 | 192.168.1.175 | 255.255.255.248 |
| 23 | 192.168.1.176 | 192.168.1.177 | 192.168.1.182 | 192.168.1.183 | 255.255.255.248 |
| 24 | 192.168.1.184 | 192.168.1.185 | 192.168.1.190 | 192.168.1.191 | 255.255.255.248 |
| 25 | 192.168.1.192 | 192.168.1.193 | 192.168.1.198 | 192.168.1.199 | 255.255.255.248 |
| 26 | 192.168.1.200 | 192.168.1.201 | 192.168.1.206 | 192.168.1.207 | 255.255.255.248 |
| 27 | 192.168.1.208 | 192.168.1.209 | 192.168.1.214 | 192.168.1.215 | 255.255.255.248 |
| 28 | 192.168.1.216 | 192.168.1.217 | 192.168.1.222 | 192.168.1.223 | 255.255.255.248 |
| 29 | 192.168.1.224 | 192.168.1.225 | 192.168.1.230 | 192.168.1.231 | 255.255.255.248 |
| 30 | 192.168.1.232 | 192.168.1.233 | 192.168.1.238 | 192.168.1.239 | 255.255.255.248 |
| 31 | 192.168.1.240 | 192.168.1.241 | 192.168.1.246 | 192.168.1.247 | 255.255.255.248 |
| 32 | 192.168.1.248 | 192.168.1.249 | 192.168.1.254 | 192.168.1.255 | 255.255.255.248 |
Subnet ke-15:
Network = 192.168.1.112 |
First Host = 192.168.1.113 |
Last Host = 192.168.1.118 |
Broadcast = 192.168.1.119 |
Subnet Mask = 255.255.255.248